Saturday, October 30, 2010

CBR 250R

Saat peluncuran Honda CBR 250R di Centera Grand (27/10/2010), Honda Motor Co. memajang lebih dari lima unit dan satu berupa mesin berikut knalpot yang tampak jeroannya. Dari kelima sepeda motor sport itu, tiga di antaranya telah mendapat sentuhan atau dimodifikasi ringan.

Yang menarik, salah satunya karya Mugen yang selama ini lebih identik dengan modifikasi roda empat milik Honda. Dari pengamanatan Kompas.com, perubahan hanya pada bodi, sementara mesin tidak didapat data kongkret lantaran pihak HMC tak memberi informasi.

Sentuhan yang dilakukan Mugen tampak pada model knlapot yang bisa mendongkrak tenaga. Untuk mempertegas sebagai sepeda motor sport, bibir pelek berkelir hitam dikasih merah bertuliskan Mugen.

Pada bodi, fairing dikasih motif angin yang tarikan merahnya segaris dengan sepatbor depan dan menyambung dengan sadel yang dibungkus kulit merah. Terakhir, pijakan kaki buat pengendara diganti yang lebih sport serta bagian atas tangki dikasih warna keemasan.

Sementara CBR 250R satunya lagi hasil garapan Honda sendiri (original equipment performance Honda). Sentuhan yang dilakukan sifatnya lebih pada penampilan.

Seperti pelindung knalpot, model standar diganti dengan bahan serat karbon. Pijakan kaki standar pengendara sudah bergaya balap. Lalu, penutup mesin sebelah kiri dan kanan dikasih pelindung, grip gas disesuaikan dengan warna tangki dan fairing yang merah, termasuk juga tutup rumah minyak rem.

Untuk bagian depan, hanya sepatbor yang diganti dengan bahan serat karbon. Desain pegangan kedua spion juga diubah.

sumber = kompas.com

Kepulauan Mentawai Akan Tenggelam

Pemerintah hingga kini masih menggodok aturan yang melarang warga untuk tinggal di kawasan pesisir Mentawai yang rawan tsunami. Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam, Andi Arief, mengatakan, relokasi penduduk Mentawai merupakan solusi tepat. Karena, selain rawan bencana tsunami, menurut penelitian, Pulau Mentawai juga akan tenggelam.

"Kalau Mentawai, tidak ada obatnya selain relokasi karena bukan hanya kena tsunami, tetapi pulaunya akan jatuh ke bawah," ujar Andi dalam diskusi polemik "Bencana dan Duka Indonesia" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).

Opsi untuk relokasi penduduk Mentawai tersebut, kata Andi, disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat berkunjung ke Mentawai. Namun, opsi relokasi tersebut, menurut Andi, bukan hal yang mudah mengingat sulitnya membuat masyarakat percaya untuk pindah ke tempat yang disediakan nantinya.

"Membutuhkan waktu agar masyarakat percaya karena gempa itu kan masalah iman. Apakah betul akan ada gempa, tsunami, itu masalah iman," katanya.

Sementara itu, relawan bencana Hermawan Sulistyo dalam kesempatan yang sama mengatakan agar pemerintah memperbaiki manajemen penanggulangan bencana terlebih dahulu sebelum memikirkan opsi relokasi penduduk. Menurut dia, manajemen penanggulangan bencana yang ada saat ini masih berantakan karena koordinasi yang kurang jelas.


sumber = kompas.com

PLN Siapkan 19 Genset dan Tenaga Surya

Gempa tektonik berkekuatan 7,2 SR disusul tsunami yang terjadi pada Senin (25/10/2010) sekitar pukul 21.40 WIB di Kabupaten Mentawai, selain merenggut korban jiwa, menghancurkan ratusan rumah penduduk, juga merusak pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN di daerah tersebut.

Humas PLN Wilayah Sumbar, Asep, menyatakan, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta akibat rusaknya PLTD, yang diterjang gelombang tsunami di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Empat buah bangunan rumah dan kantor milik PLN di Sikakap juga mengalami kerusakan dan semua alat penunjang juga hanyut tersapu gelombang tsunami," kata Asep, Minggu (31/10/2010).

Untuk membantu korban gempa dan tsunami, PLN Sumbar mengirimkan sebanyak 19 unit genset masing-masingnya berdaya 2-5 kilowatt.

Genset-genset itu akan disebar di tiga desa yang paling parah terkena dampak tsunami, yakni Desa Malakopak, Saumangaya, dan Bulasat.

PLN juga mendirikan pos kesehatan dan mendistribusikan bahan makanan untuk para pengungsi.

PLN juga mendatangkan satu unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikirim melalui PLN Pusat.

Meskipun PLTG Sikakap tidak berfungsi, PLN tetap mengoptimalkan bantuan untuk kembali memulihkan penerangan di tiga desa, yakni Desa Malakopak, Saumangaya, dan Bulasat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Gelombang besar sebelumnya juga menghantam Kapal Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sumbar yang mengangkut bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Kabupaten Mentawai.

Relawan PMI bahkan sempat terdampar selama enam jam di antara Pulau Sikakap dan Pulau Malakopak akibat dihantam ombak besar.

Kapal yang bertolak dari Pulau Sikakap itu rencananya akan mendistribusikan bantuan ke penduduk yang ada di Malakopak.


sumber = kompas.com

PLN Siapkan 19 Genset dan Tenaga Surya

Gempa tektonik berkekuatan 7,2 SR disusul tsunami yang terjadi pada Senin (25/10/2010) sekitar pukul 21.40 WIB di Kabupaten Mentawai, selain merenggut korban jiwa, menghancurkan ratusan rumah penduduk, juga merusak pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN di daerah tersebut.

Humas PLN Wilayah Sumbar, Asep, menyatakan, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta akibat rusaknya PLTD, yang diterjang gelombang tsunami di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Empat buah bangunan rumah dan kantor milik PLN di Sikakap juga mengalami kerusakan dan semua alat penunjang juga hanyut tersapu gelombang tsunami," kata Asep, Minggu (31/10/2010).

Untuk membantu korban gempa dan tsunami, PLN Sumbar mengirimkan sebanyak 19 unit genset masing-masingnya berdaya 2-5 kilowatt.

Genset-genset itu akan disebar di tiga desa yang paling parah terkena dampak tsunami, yakni Desa Malakopak, Saumangaya, dan Bulasat.

PLN juga mendirikan pos kesehatan dan mendistribusikan bahan makanan untuk para pengungsi.

PLN juga mendatangkan satu unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikirim melalui PLN Pusat.

Meskipun PLTG Sikakap tidak berfungsi, PLN tetap mengoptimalkan bantuan untuk kembali memulihkan penerangan di tiga desa, yakni Desa Malakopak, Saumangaya, dan Bulasat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Gelombang besar sebelumnya juga menghantam Kapal Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sumbar yang mengangkut bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Kabupaten Mentawai.

Relawan PMI bahkan sempat terdampar selama enam jam di antara Pulau Sikakap dan Pulau Malakopak akibat dihantam ombak besar.

Kapal yang bertolak dari Pulau Sikakap itu rencananya akan mendistribusikan bantuan ke penduduk yang ada di Malakopak.


sumber = kompas.com

Wednesday, October 27, 2010

Pesawat Polri Jatuh di Nabire

Sebuah pesawat milik Markas Besar Kepolisian terjatuh di Nabire, Papua Barat. Serpihan pesawat yang diduga jenis Cassa Skytruck ini ditemukan warga di Distrik Wandar, Kabupaten Nabire, Papua Barat.

Menurut tvOne, warga menemukan serpihan ini pada pukul 16.30 Waktu Indonesia Timur, Rabu 27 Oktober 2010. Namun baru pada pukul 23.00 waktu setempat, polisi mendapatkan laporan pesawat jatuh.

Informasi sementara, pesawat yang diduga hendak menuju Ambon, Maluku, ini mengangkut lima penumpang. Pesawat singgah di Nabire untuk mengisi bahan bakar setelah terbang dari Wasior untuk membawa bantuan untuk korban banjir bandang.

sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/185380-pesawat-polri-jatuh-di-nabire

Mbah Maridjan Meninggal Posisi Sujud

Jasad pria yang diduga kuat Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sujud. Jenazah yang memakai batik itu dalam posisi tertimpa kayu-kayu dari atap.

Pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo ini diyakini tewas. Tim dokter sudah yakin 80 persen bahwa jasad itu Mbah Maridjan. Bahkan, pihak Keraton Yogyakarta sudah mengirimkan ciri-ciri fisik Mbah Maridjan untuk dicek silang.

Kemarin, anggota Tim SAR, Subur Mulyono, yang menyampaikan jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 kemarin pagi. "Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sedang sujud di rumahnya," kata Subur di RS Sardjito, Yogyakarta, kemarin.

Saat ditemukan, posisinya masih bersujud di dalam kamar. Menurut keterangan Agus Winaryo, asisten Mbah Maridjan, Mbah Maridjan meninggal saat dalam posisi beribadah. Berikut Video Mbah Maridjan meninggal dalam posisi sujud.

"Baru tadi pagi (kemarin) saya diberitahu, Mbah Maridjan sudah tidak ada, dia ditemukan sedang sujud di atas sajadah di dalam kamarnya," kata Agus kemarin kepada
sumber : VIVAnews.com.

merapi menelan korban

Jasad juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan dan tiga kerabatnya yang jadi korban letusan gunung itu akan disemayamkan lebih dulu di masjid Kahar Muzakar Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Rencananya mereka akan dimakamkan hari ini, 28 Oktober 2010.

Rektor UII, Edy Suandi Hamid, mengatakan setelah disemayamkan di UII Jalan Kaliurang, Mbah Maridjan dan tiga kerabatnya baru dimakamkan di Srumen, Glagaharjo, Cangkringan. Semula, semua korban tewas akibat awan panas Merapi atau yang dikenal penduduk setempat sebagai wedhus gembel akan disemayamkan di UII. Namun, belakangan hanya empat saja yang disemayamkan di sana.

"UII menganggap Mbah Maridjan dan korban lainnya merupakan korban besar UII. Apalagi salah satu anak Mbah adalah pegawai UII," kata Edy. UII pun akan menggelar salat jenazah massal bagi seluruh korban wedhus gembel yang muncul Selasa sore lalu.

UII akan menyedikan batu nisan bagi semua korban yang meninggal dunia. Dalam bencana alam ini, 30 orang tercatat tewas. Salah satu korban tewas adalah redaktur senior Vivanews.com, Yuniawan Wahyu Nugroho, yang dimakamkan hari ini di Ambarawa.

sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/185415-mbah-maridjan-dan-kerabat-disemayamkan-di-uii