Monday, May 31, 2010

Vettel Tercepat, Red Bull Mengancam

ISTANBUL, Kompas.com - Tim Red Bull Racing mulai menunjukkan taring dan ancamannya pada latihan terakhir GP Turki, Sabtu (29/5/10). Sebastian Vettel mencatat waktu terbaik pada latihan ketiga di Sirkuit Istanbul ini, mengalahkan duet McLaren dan Mercedes GP.

Pada latihan kemarin, Red Bull masih kalah dari McLaren, yang terus menguasai latihan pertama dan kedua dengan Lewis Hamilton menjadi yang tercepat pada latihan pertama dan Jenson Button di latihan kedua. Sedangkan Mercedes, meskipun tidak menjadi yang tercepat, tetapi tetap menunjukkan potensi juara karena selalu di posisi tiga besar.

Nah, pada latihan terakhir menjelang kualifikasi ini, giliran Vettel yang "berbicara". Dalam 18 lap yang berhasil diselesaikan, pebalap Jerman ini mencatat waktu 1 menit 27,086 detik, unggul 0,273 detik dari pebalap Mercedes Nico Rosberg yang ada di posisi dua, serta Hamilton yang ada di urutan tiga dengan waktu terpaut 0,310 detik.

Di posisi empat, ada rekan setim Vettel, Mark Webber. Pebalap Australia yang memenangkan dua seri terakhir Formula 1 2010 ini, turun dua strip dari raihannya di latihan kedua--pada latihan kedua Webber berada di posisi dua.

Tim Renault, tetap memberikan sinyal waspada bagi para lawannya. Meskipun masih dianggap "kelas dua", tetapi tim Perancis ini menunjukkan indikasi bakal kompetitif pada balapan nanti setelah Robert Kubica berada di urutan lima. Posisinya lebih baik dari Fernando Alonso (Ferrari), Michael Schumacher (Mercedes), Button (McLaren), Felipe Massa (Ferrari) dan Petrov (Renault), yang melengkapi posisi 10 besar latihan terakhir.

- Hasil latihan terakhir GP Turki, Sabtu (29/5/10)

Pos Driver Team Time Laps
1. Vettel Red Bull-Renault 1:27.086 18
2. Rosberg Mercedes 1:27.359 + 0.273 16
3. Hamilton McLaren-Mercedes 1:27.396 + 0.310 14
4. Webber Red Bull-Renault 1:27.553 + 0.467 15
5. Kubica Renault 1:27.784 + 0.698 20
6. Alonso Ferrari 1:27.861 + 0.775 18
7. Schumacher Mercedes 1:27.879 + 0.793 16
8. Button McLaren-Mercedes 1:27.963 + 0.877 17
9. Massa Ferrari 1:27.969 + 0.883 20
10. Petrov Renault 1:28.344 + 1.258 18
11. Buemi Toro Rosso-Ferrari 1:28.610 + 1.524 22
12. de la Rosa Sauber-Ferrari 1:28.652 + 1.566 20
13. Alguersuari Toro Rosso-Ferrari 1:28.734 + 1.648 21
14. Kobayashi Sauber-Ferrari 1:29.036 + 1.950 20
15. Hulkenberg Williams-Cosworth 1:29.044 + 1.958 18
16. Liuzzi Force India-Mercedes 1:29.211 + 2.125 15
17. Barrichello Williams-Cosworth 1:29.305 + 2.219 14
18. Trulli Lotus-Cosworth 1:30.618 + 3.532 19
19. Kovalainen Lotus-Cosworth 1:30.884 + 3.798 22
20. Glock Virgin-Cosworth 1:31.341 + 4.255 21
21. di Grassi Virgin-Cosworth 1:32.180 + 5.094 16
22. Senna HRT-Cosworth 1:32.230 + 5.144 21
23. Chandhok HRT-Cosworth 1:32.762 + 5.676 19
24. Sutil Force India-Mercedes No time 1

“DEWI SINTA” PATAH ASMARA

KUWADI, 32, memang nekad. Sudah punya anak istri masih juga ngudak-udak anak perawan. Giliran cintanya ditolak Srintil, 23, dia patah hati dan mencoba bakar diri macam Dewi Sinta di depan kekasihnya. Untung saja masih bisa diselamatkan, sehingga tidak sampai “tutup buku” sebelum waktunya.

Jika berurusan dengan cinta, orang kadang tidak lagi mencintai nyawa sendiri. Banyak sekali peristiwa yang menyebabkan pemuda maupun pemudi dolanan nyawa gara-gara jalinan asmaranya kandas di tengah jalan. Padahal, ketika nyawa itu kadung lepas dari badan, sosok yang sangat dicintai itu pun takkan kembali ke pangkuannya. Paling-paling dia hanya mendoakan: semoga arwahnya diterima di sisi-Nya, dan diterima segala amalnya. Itu saja.

Kuwadi warga Jetis, Bantul (DI Yogyakarta), termasuk lelaki yang suka main-main dengan nyawa sendiri. Padahal, yang namanya nyawa itu tak ada serep dan tak dijual di Pasar Beringharjo. Hanya karena cintanya ditolak oleh gadis idamannya, Srintil, dia merasa tak ada gunanya lagi hidup berlama-lama. Diilhami kisah “Sinta Obong” dalam kisah perwayangan, dia mencoba bakar diri dengan siraman bensin. Dia pikir, nanti Betara Brama akan segera menolongnya, sehingga jilatan api itu menjadi sejuk.

Jika Kuwadi ini masih bujangan, naksir seorang gadis wajar-wajar saja. Tapi dia ini kang bukan perjaka tingting, justru sudah biasa “tingkrang-tingkring” karena sudah punya istri, kenapa masih mikir gadis lain? Apakah Kuwadi ingin poligami macam ustadz dan artis terkenal? Padahal, punya bini lebih dari satu harus kuwat materil dan onderdil. Kuat onderdil saja, bini akan kabur. Sebaliknya, kuat meteril saja, bini juga akan minggat.

Tapi begitulah, ketika dia kenal dengan Srintil gadis lain desa, pendulumnya langsung kontak, dan ukuran celanapun berubah. Seketika itu juga dia lupa pada anak dan istrinya di rumah. Di mata Kuwadi, sepertinya Srintil ini serba menjanjikan. Bodinya sekel, nan cemekel (enak dipegang). Depan belakang sama-sama nonjol; maksudnya baik “indomilk” maupun “boncengan”-nya membuat Kuwadi semakin kaya akan imajinasi. “Aku nduwe bojo dheke, jan tanja tenan (aku punya bini dia, sungguh puas sekali),” katanya di dalam hati.

Tanpa malu-malu Kuwadi mencoba mendekati si kembang desa Timbulharjo Kecamatan Sewon, Bantul itu. Untuk sekadar pertemanan, gadis Srintil memang meladeni. Tapi begitu hubungan itu mengarah soal aspirasi urusan bawah, nanti dulu. Mana mau gadis yang cantik macam Srintil, diambil istri Kuwadi yang sudah punya anak bini. Karenanya, begitu tahu tujuan Kuwadi bergaul dengannya untuk menggauli, Srintil mulai menjaga jarak. Bahkan didatangi ke rumahnya pun tak mau menemui.

Tapi Kuwadi memang lelaki mblubut (tak tahu malu). Sudah tahu cintanya ditolak karena sudah punya buntut, masih juga ngeyel mendekati. Bahkan tanpa malu-malu dia pernah mengancam, kalau Srintil tak mau diperistri, lebih baik mati bakar diri. “Arep bunuh diri ya karepmu, kuwi dudu urusanku, kok le (mau bunuh diri silakan saja, emangnya gue pikirin),” kata Srintil ketus, karena sebel dikejar-kejar terus.

Ee, ternyata itu bukan ancaman kosong. Beberapa hari lalu Kuwadi mencegat Srintil di depan pabrik rokok tempatnya bekerja. Begitu gadis idolanya keluar dari pabrik bilangan Sewon, langsung saja Kuwadi menyiram tubuhnya pakai bensiun dan disulut korek api. Bulll….., api membakar seluruh tubuhnya. Untung saja warga menolongnya dengan cepat. Meski mengalami luka bakar serius, nyawa Kuwadi masih bisa diselamatkan.

Dalam tubuh cacat, makin tidak maulah si Srintil. (KR/Gunarso TS)


by ; http://www.poskota.co.id/nah-ini-dia/2010/05/31/%E2%80%9Cdewi-sinta%E2%80%9D-patah-asmara

Vettel Bantah Dirinya Penyebab Insiden

ISTANBUL, KOMPAS.com - Sebastian Vettel membantah kalau dirinya menjadi penyebab insiden senggolan di GP F1 Turki, Minggu (30/5/2010). Kejadiannya sebelum masuk tikungan ke-12 jelang akhir lap 40, di mana pebalap Jerman itu menyalip dari sisi dalam rekan setimnya, Mark Webber, yang lagi memimpin lomba. Sekejab, senggolan terjadi dan ban kanan belakang Vettel pecah.

Berita kurang enak didengar Vettel kalau dirinya jadi penyebab insiden tersebut. Sampai ia tidak dapat melanjutkan lomba. Sedang Webber dapat meneruskan balapan, tapi harus masuk pit untuk ganti sayap depan. Ketika masuk lintasan menduduki urutan ketiga yang dipertahankan sampai finish.

Berbicara dengan media setelah kejadian, Vettel menegaskan kalau dirinya tidak harus bertanggung jawab dengan kejadian itu. Karena, roda Webber yang menyentuh bagian belakangnya.

"Dengan jelas, kalau kamu cermati gambar, ketika melihat di sisi dalam aman, saya masuk dari sisi dalam dan roda depan sudah melebihi mobilnya (Webber). Setelah itu, saya fokus pada titik pengereman (braking point) untuk tikungan di depan. Tiba-tiba ia menyenggol roda kanan belakang dan saya ke luar lintasan, tak bisa melanjutkan," ungkap pebalap Jerman itu.

Pembelaan Vettal lainnya, ia menyalip bukan dalam kondisi lagi bersaing. Saya kurang senang dengan kejadian ini.

Sementara Helmut Marko, penasehat Red Bull membantah kalau mendukung Vettel. Meski secara umum ia melihat gerakkan Webber yang coba mempertahankan posisi terdepannya.

Red Bull Bantah Anak Emaskan Vettel

ISTANBUL, KOMPAS.com — Penasihat motorsport Red Bull, Helmut Marko, menegaskan bahwa dua pebalap tim Red Bull Racing Formula 1 mendapat perlakuan yang sama. Jadi, tidak benar jika mereka dikatakan menganakemaskan Sebastian Vettel.

Pernyataan ini dilontarkan Marko untuk menjelaskan insiden GP Turki saat terjadi tabrakan antara Mark Webber dan Vettel. Waktu itu, Webber sedang memimpin lomba. Vettel yang berusaha menyodok dari sisi kiri bersenggolan dengan rekan setimnya tersebut sehingga dia akhirnya gagal melanjutkan lomba. Webber yang sempat keluar dari lintasan harus puas finis ketiga di belakang duet McLaren, Lewis Hamilton dan Jenson Button.

Ada kecurigaan, Red Bull ingin memenangkan Vettel. Indikasinya, Webber mendapat perintah untuk tidak terus menggeber mobilnya demi penghematan bahan bakar, sedangkan Vettel diperbolehkan tampil agresif dengan kecepatan penuh.

"Kami menangani tim kami dan kedua pebalap di jalur yang sama," ungkap Marko. "Vettel berada dalam situasi tertekan dan jika situasi seperti itu terjadi. Kami masih berada di posisi 1-2," tambahnya.

Marko menjelaskan, Vettel diizinkan mengejar Webber karena tidak ada pilihan. Pasalnya, saat ini pebalap Jerman tersebut mendapat tekanan dari Hamilton, yang berada di belakang duet Red Bull tersebut.

"Itu bukanlah situasi ketika kami saling mengalahkan," ujar Marko. "Kami berada dalam tekanan dari tim McLaren. Mereka lebih cepat di lintasan lurus sehingga kami harus mengambil kesempatan di tikungan.

"Dia harus ngebut daripada disalib Hamilton. Hal itu pasti jauh berbeda jika McLaren tertinggal 10 detik. Namun, kasusnya tidak seperti itu," ungkapnya.

Terlepas dari perlakuan tim tersebut, menurut Marko, tindakan Vettel sudah benar karena dia harus bergeser ke kanan menjelang tikungan ke kiri. Waktu itu pun moncong mobil Vettel sudah berada di depan.

"Dia (Vettel) sudah ada di depan, sekitar dua meter. Selain itu, di depannya ada sebuah tikungan ke kiri. Oleh karena itu, dia harus bergeser ke kanan," ungkapnya. "Dia tidak bisa mengerem di daerah yang kotor karena dia pasti tahu apa yang akan terjadi."

"Namun, hal itu tidak terlalu penting terkait situasinya. Kami akan berbicara kepada mereka sehingga lebih fair dan tidak membuat hal serupa," ucapnya.

Marko menambahkan, dia telah berbicara dengan pemilik Red Bull, Dietrich Mateschitz, dan menjelaskan kepada pria Austria tersebut tentang apa yang terjadi. Menurutnya, Mateschitz tidak senang dengan peristiwa di Turki.

Kabar Mengejutkan! Rossi Cedera

JAKARTA, Kompas.com - Kabar mengejutkan datang dari Valentino Rossi. Ternyata, pebalap Fiat Yamaha yang sedang berjuang mempertahankan gelar juara dunia ini, didiagnosa mengalami 'cedera ringan' setelah jatuh dari motornya saat melakukan latihan.

Pebalap Italia, yang menjadi juara di Qatar itu, melakukan latihan dekat Pesaro, Kamis (15/4/10). Dia terjatuh dan cedera ringan.

Cedera itu terdeteksi karena pada hari Jumat pagi, dia merasa sakit pada punggungnya. "The Doctor" memutuskan untuk melakukan medical check. Dari hasil x-ray, ternyata pebalap berusia 31 tahun tersebut mengalami sedikit gangguan.

Meskipun demikian, Rossi yang sudah masuk dalam jajaran pebalap legendaris karena telah mengoleksi tujuh gelar kelas premier, ditengarai sudah fit lagi menghadapi seri kedua pekan depan. Waktu seminggu diperkirakan sudah cukup untuk masa recovery, sebelum tampil di Motegi, Jepang, 23-25 April mendatang.

Cedera Bikin Rossi Belum Nyaman

LE MANS, Kompas.com - Valentino Rossi tampil mengesankan pada latihan bebas pertama GP Perancis. Dalam ujicoba di Sirkuit Le Mans, Jumat (21/5/10), "The Doctor" menjadi nomor satu setelah mencatat waktu 1 menit 34,402 detik, mengungguli dua rival beratnya, Casey Stoner (Ducati) dan rekan setimnya di Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo, yang berturut-turut di urutan dua dan tiga.

Meskipun demikian, Rossi merasa tidak nyaman dengan kondisi fisiknya. Adalah cedera pada bahu akibat jatuh saat latihan motocross, yang membuat pebalap Italia ini mengaku tidak bisa tampil dengan santai dalam latihan bebas tersebut.

Karena itu, juara tujuh kali kelas premier tersebut berharap, cederanya sudah bisa pulih saat balapan hari Minggu (23/5/10) nanti.

"Dalam latihan hari ini saya merasa sangat sakit di bahuku," ungkap Rossi. "Pada dua atau tiga turunan pada area pengereman, terasa sangat sakit. Saya berharap semoga lebih baik, tetapi saya benar- benar berharap bisa 100 persen sekarang.

"Saya bisa mengangkat tangan ke sini (sejajar bahu), tetapi masih terasa sakit. Di Jerez, persoalannya berbeda dengan sekarang karena sakitnya saat mengerem."

Namun mengenai motor, Rossi merasa sudah bagus. Persoalan yang dihadapi pada GP Spanyol tiga pekan lalu sudah bisa diatasi tim, sehingga di Le Mans ini dia bisa mengalahkan kecepatan dan keliaran Ducati milik Stoner.

"Saya sangat senang dengan hasil latihan hari ini, khususnya mengenai catatan waktu, di mana saya sangat cepat," jelas pebalap kelahiran Urbino, Italia.

"Selama latihan setelah Jerez, kami semakin lebih baik lagi memahami persoalan dan banyak melakukan perbaikan pada pengesetan. Ini bagus.

"Secara historis, motor kami memang cepat di sini. Karena itu, kami berharap akhir pekan ini semuanya berjalan dengan bagus."

Hal senada juga diungkapkan Lorenzo. Pebalap Spanyol yang saat ini memimpin klasemen sementara, mengaku senang karena sudah menemukan kecepatan yang bagus, meskipun pada awalnya dia mengalami sedikit kendala.

"Pada awal sesi latihan ini, kami mendapatkan persoalan kecil pada motor karena gangguan elektronik. Tetapi kami menggantinya dengan motor lain, dan semuanya mulai berjalan dengan baik," ungkap mantan juara dunia dua kali kelas 250cc tersebut.

"Sedikit demi sedikit saya menemukan kecepatan yang bagus dan pada akhirnya, saya bisa menyelesaikan banyak lap. Motorku terasa bagus di sini--seperti yang orang katakan, trek ini selalu bagus untuk Yamaha--dan meskipun kami masih kesulitan dalam hal kecepatan, saya merasa bagus," tambah Lorenzo, yang menjadi juara di Jerez.

Inilah Sejarah Kontrak Rossi di Yamaha

AKARTA, KOMPAS.com — Seusai GP Perancis pekan lalu, Valentino Rossi berbicara tentang rumor menyangkut masa depannya. Seperti halnya para rival, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut mengatakan, terlalu cepat berbicara tentang musim 2011.

Akan tetapi, sulit untuk yakin bahwa Rossi—juga Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Dani Pedrosa—tidak bersedia menandatangani sebuah kontrak baru untuk musim depan. Adalah catatan sejarah kontrak sendirinyalah yang membuat "The Doctor" bakal melakukan hal itu (kontrak baru). Ini mirip dengan yang terjadi sebelum musim 2007 dimulai. Kala itu, dia sudah menandatangani kontrak baru bersama Yamaha untuk tahun 2008.

Banyak yang yakin, Rossi akan tetap bersama Yamaha pada musim depan. Sejarah kontrak masa lalu menunjukkan, Rossi yang paling terakhir sepakat memperpanjang kontrak bersama Yamaha, yang terjadi pada bulan Agustus...

- Berikut sejarah kontrak Rossi bersama Yamaha:

November 2003: Rossi meninggalkan Honda, dan mengonfirmasi akan memperkuat Yamaha untuk tahun 2004 dan 2005.

Agustus 2005: Rossi mengonfirmasi bahwa ia tetap bersama Yamaha untuk 2006.

Juni 2006:
Rossi mengonfirmasi bahwa ia tetap di Yamaha untuk 2007 (dan menegaskan tidak ke F1).

Februari 2007: Rossi mengonfirmasi bahwa ia tetap bersama Yamaha untuk 2008 (bahkan sebelum musim 2007 dimulai!)

Juli 2008: Rossi mengonfirmasi tetap bersama Yamaha untuk 2009 dan 2010.